Minggu, 26 Agustus 2012

Spamming = Sharing

Beberapa orang beranggapan bahwa segala hal yg terjadi tidak perlu dibesar-besarkan. At least cukup dia, Tuhan, dan orang-orang terdekatnya yang tahu. Saya setuju. Tapi sekarang ini ada beberapa media yang bahkan hal-hal kecilpun bisa tumbuh besar. Salah paham, salah maksud, dan salah tujuan dapat memicu misunderstanding. Apalagi jika ada orang yang marah atau curhat di jejaring sosial, sebut saja twitter. Postingan mereka beraneka ragam. Mulai dari yang happy sampai ke galau yang tingkatnya paling sulit disembuhkan. Bahasa yang digunakan pun juga ga sejalan. Ada yang to the point, ada yang sindir-sindiran, ada juga yang majas ironinya selembut sutra tapi nusuknya sampe beberapa kilometer.
Awalnya saya berpikir "tolonglah itu masalah pribadi, apa penting dibicarakan di media umum? Iya kalo yang dimaksud baca, kalo ga? Cuma buang energi dan nyebar aib sendiri kan?"
Curhat di dunia maya tidak akan menguntungkan kita, apalagi marah-marah ke mereka yang tidak ada di timeline. Tapi berdasarkan pengalaman, ternyata sharing di jejaring sosial memiliki makna tersendiri dan bisa membuat orang addicted. Mungkin kita tidak akan mendapatkan jalan keluar 100%, tapi disitu ada sebuah sisi yang melegakan. Postingan orang yang terlalu berlebihan biasanya kita anggap spamming, tapi bagi mereka semua itu adalah sharing. As we know, masalah sekecil apapun akan terasa sakit jika hanya dipendam sendiri. Itulah kenapa twitter atau jejaring sosial lainnya terpilih menjadi korban emosi yang cukup efektif. Apapun itu yang penting sang user berhasil mengungkapkan beberapa hal yang sebelumnya terpendam, tanpa perlu takut untuk tidak didengarkan.

Rabu, 15 Agustus 2012

wtf is going on?

When you're in awkward position
When you're in a drama of life
When you're insecure and don't know what for
When you don't even know what actually happened
When you need an explanation but no one did
When you're in a secret that everybody knew
When you don't realize something real
When you're like hurting some ppl around you
When you're like the one to blame
When you're always pretending that everything's okay
When you're looking for nothing and ignoring something
When serious things look like a joke
When everything is unknown and undetectable
When every minute's going to be asdfghjkl
When everyone doesn't take it easy
When everyone gives too much shit and make an annoying time
When you're trying to understand but never get it
When all you need is to live your life and enjoy the roller coaster

Kamis, 05 Juli 2012

Normal People vs Directioners

To normal people, July 23rd, 2010, is just a date.
To Directioners, July 23rd, 2010, was the day their world was created.
When people see the word "Ireland" they think of a normal country.
When directioners see it, we think of Niall.
One Direction seen in normal people's eyes : A boyband.
In Directioners' eyes : Inspiration, funny, talented, the whole world. 
Normal People : Stuck in the friend-zone.
Directioners : Stuck in the fan-zone.
Normal People : My dog ate my homework.
Directioners : Niall ate my homework.
Normal People : One Direction.
Directioners : Boobear, Bradford Bad Boi, Nialler, Hazza, Daddy Direction.
Normal People : I wanna be more than just a friend.
Directioners : I wanna be more than just a fan.
Normal People : "Life is about finding who you are"
Directioners : "Life is about finding One Direction"
Normal People ay : "What's up?"
Directioners say : "Vas Happenin?"
Normal People say : "I need one man"
Directioners say : "I need five"
Normal People say : "It's pigeon"
Directioners say : "OMG! It's Kevin!"
Normal People say : "I like McDonalds"
Directioners say : "NANDOS!"
Normal People : "Potato = food"
Directioners : "Potato = one of the most perfect things that Niall Horan has ever said"
Normal People : *cries for logical reasons*
Directioners : *cries because we worship five boys who just finished their Up All Night Tour*
Normal Girls : Jealous of actresses and models.
Directioners : Jealous of a baby, koala, pigeon, skateboard, toothbrush and a pen.
What people think of when someone says "cat"
Normal people : Cute and fluffy.
Directioners : Harry Styles.
*Torn is playing*
Normal People : "Gosh, why are you crying, can I help you?"
Directioners : "I know I know, hold on. I can't, oh this memories"
*Blocked phone call*
Normal people : "Who is this?"
Directioners : "OMFG IS THIS ONE DIRECTION?"
*At 1D's concert*
Normal people : "The concert was so good"
Directioners : "OMG THIS IS UNBELIEVABLE! I'M BREATHING THE SAME AIR AS THEM!"
*When making wishes*
Normal People : Shoes, money, clothes, job.
Directioners : Meet 1D, touch 1D, get autograph from 1D, breathe air from 1D.
*1D song starts playing on radio*
Normal People : "One Direction? Cool!"
Directioners : "TURN IT UP! OMG, IT'S ON! I HAVE TO TWEET ABOUT THIS!"

Kamis, 21 Juni 2012

No One, But Here : Ourselves

Sempat ingin hidup di masa Sinchan, masa kanak-kanak. Masa dimana aku tidak perlu memikirkan hal-hal rumit. Disitu aku bisa terus bermain.
Ah tidak, bukankah hidup akan terus berjalan dan kita akan tumbuh dewasa?

Sempat ingin seperti Nobita, memiliki Doraemon yang bisa memberikan segala hal yang diinginkan dengan kantong ajaibnya.
Ah tidak, itu sama halnya dengan kita tidak diajarkan untuk berusaha.

Sempat ingin hidup seperti Conan Edogawa, begitu hebat dengan kejeniusannya dalam menyelesaikan masalah.
Ah tidak, Conan memang mengagumkan, namun dia hidup dalam kepalsuan. Conan harus menyembunyikan identitasnya untuk menginvestigasi banyak keadaan.

Sempat ingin seperti Rudy Tabootie, bisa hidup di Dunia Kapur. Dunia yang terlihat menyenangkan, bisa menciptakan sesuatu dengan goresan tangan sendiri.
Ah tidak, dunia kapur adalah dunia khayal. Yang harus dipikirkan adalah bagaimana merealisasikannya dalam duniaku, dunia nyata.

Sempat ingin seperti Barbie, cantik dan berhati emas.
Ah tidak, kecantikan bukan segalanya. Namun, inner beauty memang satu hal yang patut dimiliki setiap orang, terutama wanita.

Namun aku tidak akan pernah menjadi mereka. Aku hanya harus menjadi diriku sendiri. Bukankah setiap orang harus memiliki jati dirinya masing-masing? Dan semua itu hanya kita dapatkan dari cara kita, bukan orang lain. Tapi satu hal, bagaimanapun itu, aku ingin seperti Spongebob. Menyukai setiap hal yang dikerjakannya, manjalani hidup dengan bahagia, dan selalu membuat orang di sekitarnya tersenyum :)

Sabtu, 16 Juni 2012

Naskah Tak Bertinta

Takdir hidup memang tak selalu sejalan dengan keinginan pemainnya. Namun takdir tak hadir untuk dipersalahkan, bukan pula alasan untuk berteman dengan keterpurukan. Jika kita bisa melihat, takdir adalah bagian dari tipuan. Ya, tipuan kehidupan, tipuan yang menjebak pelakunya. Membiarkan sang pujangga larut dalam permainan takdir. Tapi tunggu, bukan takdir yang mempermainkan kita. Hanya ada 2 kemungkinan. Membiarkan diri dalam ketidakberdayaan karena takdir, atau menuntun takdir berjalan bersama kita.
Takdir adalah perjuangan. Narasi panjang yang perlu pemahaman lebih. Seperti matematika yang tak cukup dengan hanya menghafal rumus, latihan soal juga dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana sebuah rumus dapat diaplikasikan dan menemukan jalan keluar.
Takdir menuntut pelakunya untuk tetap ingat pada sang pencipta takdir, sang Maha Agung, Maha Kuasa, Maha segalanya. Karena apa? Manusia hanyalah pemeran atas skenario yang Tuhan rancang, rangkaian kisah tak berikrar. Kehidupan yang berjalan sekarang merupakan wujud nyata dari naskah tak bertinta, yang berhasil menemukan unsur-unsur intrinsik dalam setiap detik kisahnya.
Kemutlakan takdir sering menuai ketidakpastian. Keabadiannya masih dipertanyakan. Bisa tidaknya takdir diubah, menjalaninya sebaik mungkin adalah yang paling utama. Karena kita tahu, perjuangan akan menuai hasil yang seimbang. Entah karena sudah ditakdirkan, entah karena takdir telah berevolusi.

Rabu, 06 Juni 2012

The Way We Are, The Way to Understand

Ada satu kejadian lagi yang membuat saya berpikir. Bukan kepikiran, tapi berpikir..

Setiap orang memiliki sifat masing-masing, memiliki tingkat kesensitifan yang berbeda pula. Dan tugas kita adalah, mengerti perbedaan dan memahami kesensitifan itu sendiri. Tapi jauh sebelum itu, kita diharuskan untuk belajar satu hal : yaitu mengendalikan diri sendiri.
Orang hebat adalah mereka yang mampu menaruh diri dan mengetahui cara memperlakukan orang lain.
Sedangkan saya masih sangat kesulitan dalam hal itu.
Tidak semua orang bisa menerima perlakuan-perlakuan lawannya dengan baik. Masih banyak orang sensitif yang hatinya mudah terluka. Dibalik itu, masih ada pula mereka yang keukeuh dengan keegoisannya. Dua hal yang sangat bertabrakan dan tidak dapat disalahkan.
Saya yakin. Mereka sebenarnya tidak ingin hidup dalam kerapuhannya, dalam rasa sensitif yang tinggi. Namun, menjadi lapang, cuek dalam artian bisa menganggap setiap hal sebagai sebuah cobaan adalah yang diinginkan.
But it isn't easy, right? Lalu siapa yang harus mengalah?
Tak ada yang mengalah maupun kalah. Setiap sifat tumbuh dengan sendirinya. Saya hanya tidak setuju pada mereka yang mengharapkan seseorang untuk dapat menerima dirinya apa adanya, termasuk sifat buruk tersebut.
Apakah mereka diijinkan untuk terus bersikap egois, dan satu yang lain diharuskan untuk selalu memahami si egois? It isn't fear at all.
Well, kita memang diharuskan untuk tidak hanya menerima kelebihan seseorang, namun juga kekurangannya. Tapi menerima bukan berarti diam dan tidak melakukan apapun. Karena dengan begitu, sama saja kita membiarkan keburukan itu tumbuh. Menerima apa adanya sama dengan memberi kesempatan dan waktu untuk yang lain agar merubah diri. Tidak selamanya orang bisa bertahan di tengah keegoisan tersebut. Semua hanyalah batu loncatan untuk instrospeksi diri, jadi jangan sia-siakan kesempatan itu sebelum akhirnya mereka benar-benar meninggalkan kita.
Dan kita juga tidak diijinkan membenci seseorang hanya karena keburukannya. Mereka yang baik memiliki sisi buruk, begitu pula sebaliknya. Sangat tidak adil jika kita membenci seseorang hanya karena salah satunya. Baik dan buruk merupakan bagian mutlak dari manusia. Setiap orang memilikinya, bahkan mereka yang paling kita sayangi atau mereka yang terbaik untuk kita tetap tak lepas dari keburukan. Yang dibenci adalah sifatnya, bukan orangnya.
Saling menjaga perasaan satu sama lain sajalah. Sisihkan sedikit waktu untuk berpikir sebelum bertindak. Sedikit misunderstanding dapat menimbulkan masalah, karena apa yang dimaksud belum tentu sama dengan apa yang orang lain pikirkan. Sekian.

Senin, 28 Mei 2012

The Golden Ways

Hari ini, saya dihadapkan pada pembicaraan yang cukup rumit. Dimulai dari hal sepele, kami terjebak dalam sebuah topik yang penuh perdebatan. Disaat semua sibuk menyelesaikan lembar kerja siswa, salah satu teman yang duduk di depan saya justru tidak melakukan apapun, bahkan mencatat-pun tidak. Kemudian satu kata yang muncul dari mulutnya adalah "strategi"
What it means? Strategi macam apakah yang dimaksudnya? Ya, that's how the debate begins.
Kemudian pembicaraan itu berlanjut ke arah yang sebenarnya tidak berkesinambungan dengan topik awal kami, namun cukup bermakna.
Teman pertama berkata bahwa hidup itu perlu strategi. Jika kita bisa memulai start dari angka 3, kenapa kita harus memilih 0. Bukankah memulai dari angka 3 akan jauh lebih cepat dibandingkan 0?
It's not wrong at all. Tapi saya memiliki pendapat yang berbeda. Saya justru berpikir bahwa suatu usaha akan terasa lebih indah jika dimulai dari 0. Karena dari situ, kita bisa merasakan, memahami, dan belajar dari pengalaman. Mereka yang memulai dari 0 tentunya memiliki pengalaman lebih dibandingkan mereka yang memulai dari angka 3. Dan jika dilihat dari segi perjuangan pun, mereka yang memulai dari 0 lebih merasakan pahit-manis nya jungkir balik dalam meraih impian.

Cukup rumit, hingga salah satu teman lainnya memilih untuk bergabung dalam perdebatan ini. Untuk menentukan, manakah Golden Ways yang sebenarnya.

Teman 2 sependapat dengan teman 1. Menurutnya, strategi ibarat sebuah konsep. Dalam konsep diperlukan kecerdikan. Tak perlulah bersusah payah dari 0 jika bisa menjadi sama suksesnya dengan langsung melangkah dari pertengahan. Bukan tak mau berusaha, tapi berpikir maju.
Kita harus pintar-pintar menyusun strategi. Bukan memanfaatkan orang lain yang memulai dari 0, namun berpikir cerdik dengan mengembangkan apa yang orang lain punya.

Kemudian saya diam dan berpikir mengenai Golden Ways itu, berusaha dari 0 atau berpikir cerdik dengan mencuri start dari orang lain...

Saya tetap percaya bahwa hasil yang diraih mereka yang berusaha dari awal akan lebih baik dibandingkan yang tidak. Tapi, bukan berarti saya tidak setuju dengan pendapat 2 teman tadi.
Mereka tidak 100% salah, dan saya tidak 100% benar.
Di satu sisi kita merasa bahwa memulai dari awal merupakan salah satu Golden Ways yang tepat, karena dengan begitu, kita bisa lebih memaknai arti perjuangan. At least, kita tidak akan menyia-nyiakan apa yang telah kita dapat mengingat big effort yang telah ditempuh.
Tapi di sisi lain, karena bertambahnya persaingan di dunia. Kita dituntut untuk selalu cerdik dalam bertindak. Jika mendapat kesempatan untuk memulai start di angka 3, kita harus memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin. Tentunya memerlukan usaha lebih, karena pada posisi ini kita tertinggal 2 start. Ibaratnya kita tidak mengerti apa yang telah terjadi di 2 step awal.

Well, Life is a choice. All depends on your effort :)

Senin, 30 April 2012

The Sweetest Bitter Moment

Hai *awkward greeting*
Hallo *still awkward*
Nice to see you *best awkward*
Wtv deh. Pokonya enjoy my post ya walaupun kali ini isinya agak ga balance sama sikon sekarang. Kenapa? Karena moment ini berlangsung awal-awal April lalu, sedangkan sekarang tepat akhir April. Gapapa yang penting April. Di postingan sebelumnya saya punya hutang untuk melanjutikan kisah "The Sweetest Bitter Moment" of my birthday. Yes, it's not an important thing for you, but this is the most unforgettable moment for me <3
Kebetulan pas birthday hari sabtu. Dan berbahagialah mereka yang berencana menghabiskan saya di hari H. Bodohnya, saya yang biasanya datang ke sekolah tepat bel bunyi justru tiba setelah bel. Disitulah sial pertama terjadi.
Jam pertama ulangan fisika, masih fine. Tiba ulangan selesai, I felt like I was dead! Saat itulah pembully'an dimulai. Hampir semua barang (henfon, dompet, bahkan sepatu) disita dari pagi sampe istirahat bimbel (jam 3an sore). Artinya belum pulang dan saya harus rapi secara batin dan fisik. Tapi mereka dengan tampang tak berdosa nyiram saya pake air es. Agak dafuq sih! Tapi kemudian saya mencoba tabah hingga The Sweetest Bitter Moment itu datang. Sebelumnya udah ngerasa ga enak, ga tenang, dan takut. Apalagi ada 2 orang yang cukup stupid dalam rencana pem-bully-an ini. Sebelum bel pulang bimbel, raka sama dwi beli telor DI DEPAN MATA SAYA. Sekali lagi, DI DEPAN MATA SAYA. Sangat mengharukan :') 
FYI, hampir tiap ada yang birthday di kelas, hampir juga saya ikutan dikerjain. Baik disengaja maupun tidak. Birthday nya tanjung keceplokan telor, birthday nya dwi kesiram air & tepung, birthday nya rika kena coretan spidol, birthday nya bu fat mandi cream tart. Kalo dihitung, birthday yang sesungguhnya menjadi birthday ke 5 dalam setahun ini. Kalo kata mereka "ga birthday aja kena apalagi birthday"

#KemudianKalimatItuMembuatSayaGalau

DItemenin mamen, saya tetep stay di kelas walaupun bimbel udah selesai. Bukannya GR, tapi beneran takut di apa-apain.
Ngerasa sepi dan aman, saya memutuskan untuk turun dan mencoba pulang dengan selamat. But, I've failed. Belum juga nginjek tanah udah disiram dengan adonan terburuk yang pernah ada (air, telor, tepung, kopi, terasi, dan yang jelek-jelek lainnya). Baunya masyaallah, tampang bagaikan makhluk dari Merkurius -_-


yg pojok kanan atas niat banget. sampe naik gitu si Sius -_-
Pulang ke rumah kurang lebih jam 5an sore. Capek banget. Tapi malemnya berangkat lagi buat makan sama anak-anak. Kebetulan lagi satnight.

beberapa ga ikut foto, pada asyik makan

Sejak hari itu saya merasa penderitaan telah berkhir. Tapi ternyata tidak. Kurang lebih seminggu setelah birthday, saya ngumpul sama sahabat-sahabat GPeZ saya, sekalian makan-makan walaupun telat. Kebetulan kita ga sibuknya hari itu. Tapi syukurlah sahabat-sahabat saya tercinta itu tidak terlalu pandai dalam hal ngerjain orang #peace :D
Mereka mau nyiram air+tepung, tapi gagal. Malah terjadi peristiwa tarik-menarik yang katanya berasa kaya lari muterin lapangan. Haha. Tapi sedih sekali yang kena malah motor saya. Kotornya parah banget, pulang dari situ jadi ke tukang cuci motor dulu -_-
Tapi makasih loh buat puzzle unyunya :*


lagi nyusun puzzle bikinannya GPeZ, struggles!

FINALLY! one of my gift. the cute one, love love <3

Mangkelin tapi ngangenin! makasih buat kadonya, doanya, ngerjainnya, thanks for everything deh :* 
You guys are the best people ever!

Senin, 09 April 2012

7 April, 17 years old ☺

When I wrote this post, I wasn't 16 years old anymore. Okay I’m 17 now. I don’t know what I should do. Happy? Absolutely. But I feel a little afraid. Seventeen is the age that people usually assume everyone to be “adult” I’m like required to be grow up and more serious than before. Or sometimes people usually talk to us “You’re seventeen, why are you still bla bla bla”
I can’t feel as free as before. I have to be mature and not random anymore. Or I have to start thinking bout my future. No, it doesn’t mean that I don’t pay attention in the previous time. But I have to care it more.
Okay whatever it all, I’m truly excited. And I hope, I can be the best more and make my parents proud of meI also wanna say much much thanks  for all the people who still and always there beside me. My mother, my father, thanks for caring and keeping me, and of course thanks for making me. Haha. For all my besties and my friends, thanks for the gifts and your prayers for me. Especially for XI IPA EF 2, you’re very annoying on my birthday. You've successfully made me feel “The Sweetest Bitter Moment Ever”. I’ll share bout that moment in the different post.
Bye. See you :*

Sabtu, 24 Maret 2012

Stupid Tale

Sometimes I worry about what I do, what I say, or what I usually think of
You're like someone who always annoy me, but I mess up without you
You came to my message, my chat, and took a 50% interest on my mind
I asked to my self "what it means?" and I tried to found "means nothing" in my answer
I got it, and I believe that all
I pretend everything is nothing, 'til I actually found the real meaning of this stupid tale
I walk as how I should live, I talk as how I have to say, and I do as how I actually created to
But that's all not as easy as turning the palm
You're nothing, but you're still something
Perfectly messed up, it's completely mixed up!
You suddenly come, but so far away from me
I don't feel any special thing, but there's something fallin apart when you're gone
When you're not in my comunication..

Kamis, 15 Maret 2012

Spoof Text

Penguin In The Park
Once a man was walking in a park when he across a penguin.
He took it to a policeman and said "What should I do?" The policeman replied "Take it to the zoo!"
The next day, the policeman saw the man in the same park. The man was still carrying the penguin. The policeman was rather surprised and walked up to the man and asked, "Why are you still carrying the penguin? Didn't you take it to the zoo?"
The man replied "I certainly did. And it was a great idea because the penguin really enjoyed it. So, today I am taking it to the movie"


The Phone Is Not Connected Yet
Soon after he left college, Dave found one of his uncles who was very rich and had no children of his own died and left him a lot of money, so he decided to set up his own real estate agency.
Dave found a nice office. He bought some new furniture and moved in. He had only been there for e few hours when he heard someone coming toward the door of his office.
“It must be my first customer” Dave thought. He quickly picked up the telephone and pretended to be very busy answering an important call from someone in New York who wanted to buy a big and expensive house in the country.
The man knocked at the door while this was going on. He came in and waited politely for Dave to finish his conversation on the phone. Then the man said to Dave “I am from the telephone company and I was sent here to connect your telephone”


Time To Go To School
Early one morning, a mother went in to wake up her son.
"Wake up, son. It's time to go to school!"
"But why, Mom? I don't want to go."
"Give me two reasons why you don't want to go."
"Well, the kids hate me for one, and the teachers hate me, too!"
"Oh, that's no reason not to go to school. Come on now and get ready."
"Give me two reasons why I should go to school."
"Well, for one, you're 52 years old. And for another, you're the Principal!"

Senin, 05 Maret 2012

Orang Yang Jatuh Cinta Diam-diam

(Marmut Merah Jambu, Raditya Dika)

Orang yang jatuh cinta diam-diam tahu dengan detail semua informasi orang yang dia taksir, walaupun mereka belum pernah ketemu..

Orang yang jatuh cinta diam-diam memenuhi catatannya dengan perasaan hati yang tidak tersampaikan..

Orang yang jatuh cinta diam-diam selalu bertingkah seperti seorang penguntit..

Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya selalu melamun dengan tidak pasti, memandang waktu yang berjalan dengan sangat cepat dan menyesali semua perbuatan yang tidak mereka lakukan dulu..

Orang yang jatuh cinta diam-diam harus bisa melanjutkan hidupnya dalam keheningan..

Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh..

Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima..

Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan, terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang sesungguhnya tidak kita butuhkan. Dan sebenarnya yang kita butuhkan hanyalah merelakan..

Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian..

Sabtu, 03 Maret 2012

Mr Know It All

Spesial buat kamu yang sok tahu :)

Mr Know It All - Kelly Clarkson
Mr know it all
Well ya think you know it all
But ya don't know a thing at all
Ain't it something y'all
When somebody tells you something bout you
Think that they know you more than you do
So you take it down another pill to swallow

Mr bring me down
Well ya like to bring me down don't ya
But I ain't laying down, baby
I ain't going down
Can't nobody tell me how it's gonna be
Nobody gonna make a fool out of me
Baby you should know that I lead not follow

Oh you think that you know me, know me
That's why I'm leaving you lonely, lonely
Cause baby you don't know a thing about me
You don't know a thing about me

You ain't got the right to tell me
When and where to go, no right to tell me
Acting like you own me lately
Yeah baby you don't know a thing about me
You don't know a thing about me

Mr play your games
Only got yourself to blame
When you want me back again
But I ain't falling back again
Cause I'm living my truth without your lies
Let's be clear baby this is goodbye
I ain't coming back tomorrow

Rabu, 15 Februari 2012

Pelis. Say NO to galau, men!

Kadang, geregetan sendiri liat orang yang menye-menye soal cinta.
Jatuh cinta, kemudian galau
Cinta bertepuk sebelah tangan, kemudian galau
Putus sama pacar, kemudian galau
Ga ketemu pacar, kemudian galau
Masih sayang sama mantan, kemudian galau

Pelis. Say “NO” to galau, men!

Banyak hal yang lebih penting guys. Hidup itu ga melulu soal cinta. Tiba saatnya nanti, Tuhan akan memberikan seseorang yang terbaik buat kita. Percaya deh, “Jodoh di Tangan Tuhan” bukanlah kalimat penghibur bagi mereka yang  agak seret dalam percintaan. But that’s the truth, God will decide what’s the best for us.

Ehem. Especially buat kalian yang masih muda. Buat kalian yang masih mudaaa..

Sayang banget rasanya, kalo masa muda yang indah ini hanya dihabiskan untuk bergalau-galau ria karena cinta. Well, as you know, cinta memang udah jadi bagian mutlak dari manusia. Setiap orang berhak mencintai dan dicintai. Kita juga ga bisa nolak cinta. Karena,

Cinta datang tiba-tiba
Cinta adalah anugerah yang kuasa, dan
Cinta takkan sia-sia

Iya. Itu memang lirik lagu. Actually, love is beautiful. Tapi keindahannya sendiri tergantung bagaimana kita menyikapi cinta. Congratulation buat kalian yang baik-baik saja dalam percintaan. But plis buat yang enggak,
don’t worry. We can still be happy. Kita masih punya keluarga, sahabat, dan teman yang cinta sama kita. Jangan pernah memutuskan untuk stuck dalam kegalauan masal.
Move on! Life’s must go on!
Berpikir positif aja
Apa coba untungnya menangisi orang-orang yang ga bisa nangis buat kita?
Belum tentu juga setelah itu yang ditangisi menjadi apa yang kita mau
Malu dong, air mata dihabiskan gara-gara cinta!
But, the most important are,
Kita boleh tidak menolak datangnya cinta, tapi disisi lain kita harus siap menerima resiko kegagalan cinta.
Cinta itu relatif. Kadang menyenangkan, kadang menggalaukan. Jangan juga menganggap cinta itu segalanya. Saat salah satu cinta memutuskan pergi dari kehidupan kita, move on! We still have the other love from the other people ƪ(ˆ▽ˆ)ʃ