Awalnya saya berpikir "tolonglah itu masalah pribadi, apa penting dibicarakan di media umum? Iya kalo yang dimaksud baca, kalo ga? Cuma buang energi dan nyebar aib sendiri kan?"
Curhat di dunia maya tidak akan menguntungkan kita, apalagi
marah-marah ke mereka yang tidak ada di timeline. Tapi berdasarkan pengalaman, ternyata sharing di jejaring sosial
memiliki makna tersendiri dan bisa membuat orang addicted. Mungkin kita tidak
akan mendapatkan jalan keluar 100%, tapi disitu ada sebuah sisi yang melegakan.
Postingan orang yang terlalu berlebihan biasanya kita anggap spamming, tapi
bagi mereka semua itu adalah sharing. As we know, masalah sekecil apapun
akan terasa sakit jika hanya dipendam sendiri. Itulah kenapa twitter atau
jejaring sosial lainnya terpilih menjadi korban emosi yang cukup efektif.
Apapun itu yang penting sang user berhasil mengungkapkan beberapa hal yang
sebelumnya terpendam, tanpa perlu takut untuk tidak didengarkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar